Sahur Pertama Penjaga Masjid Tua

Rumah Media Grup

Sahur Pertama Penjaga Masjid Tua

Masjid tua ini dibangun jauh sebelum Indonesia merdeka. Konon di masa penjajah kolonial dan perempuan Jawa masih berbaju “kemben” seorang ulama datang dari Arab untuk berdakwah dan mulai mendirikan masjid ini. Penjaga masjid dipercayakan turun temurun mulai nenek moyang Mbah Samian yang setia mengabdi kepada Syekh yang makam keramatnya berada di halaman samping masjid.

Banyak peziarah yang datang silih berganti mengunjungi makam keramat itu. Sesudah mengaji dan berdoa mereka biasanya memberi beberapa lembar rupiah kepada mbah Samian sebagai sedekah. Dari sinilah mbah Samian bertahan hidup selain mendapat uang bulanan sebagai penjaga masjid.

Di awal Ramadan biasanya banyak sekali peziarah yang datang untuk bertawasul di makam itu. Bahkan di malam pertama Ramadan banyak peziarah yang menginap dan beri’tikaf di masjid. Mbah Samian selalu menantikan momen Ramadan ini, karena dia sangat senang ketika bisa mengenal orang baru dan mereka akan sahur bersama-sama setelah melakukan ibadah tahajud.

Tapi…

Lihat pos aslinya 309 kata lagi

Diterbitkan oleh Muslimatul Faiqoh

Pemburu Rahmat Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: