Merindukan Kenangan, Bukan Seseorang

Kadang hatimu perih mengira sedang merindukan seseorang.

Ternyata tidak,

Kau hanya merindukan kenangan-kenangan.

Merindukan peristiwa-peristiwa yang pernah mengakrabi masa yang telah berlalu.

Merindu debur ombak yang disinari terang rembulan.

Merindui pertengkaran-pertengkaran kecil di sepanjang pantai yang kau susuri.

Merindukan derasnya hujan yang pernah kau pandangi berdua.

Merindukan lapar yang pernah kau alami bersama.

Merindukan kopi yang ditakar terlalu banyak dibanding gula.

Pahit…..

Tapi pahit itu lebih banyak menyisakan rindu.

Jadi apa alasanmu hingga kau sangat suka merawat rindu-rindu itu?

Mengapa kau membiarkannya berkeliaran di setiap sudut beranda rumahmu?

Mengapa kau malah tersenyum ketika mereka menyambutmu di sepanjang tepi jalan yang pernah kau lalui?

Rindu-rindu itu tak pernah tau ke dermaga mana akan berlabuh.

Karena kau hanya merindukan momen, bukan person.

Kau sebenarnya tidak merindukan seseorang,

Kau hanya merindukan kenangan-kenangan.

Diterbitkan oleh Muslimatul Faiqoh

Pemburu Rahmat Allah

One thought on “Merindukan Kenangan, Bukan Seseorang

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: