Di Depan Pusara

Jumat pagi,

Seorang kakek mengayuh sepedanya pelan.

Sejenak dia berhenti di perempatan

Menoleh ke kanan dan ke kiri

Dan segera menyeberang begitu jalanan terlihat sepi

Dia melai mengayuh sepeda itu lagi

Sepeda hitam model jengki

Di tangan kirinya terlihat bunga dalam kantong plastik dengan warna warni yang menentramkan mata dan hati.

Wangi bunga Kamboja mulai menembus hidung tuanya

Kakek itu berhenti

Menuju sebuah pusara

Dia pun mulai bersimpuh dan merapal doa.

Istriku, aku datang menrmuimu

Dengan sepaket doa dan dan sekantong bunga

Apa kau merasakan, aku juga membawa segudang rindu untukmu

Apa kau juga merindukanku?

Sepertiku,

yang merindukan minum kopi bersamamu.

Diterbitkan oleh Muslimatul Faiqoh

Pemburu Rahmat Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: